Menjadi SMA pertama yang berkunjung ke Liputan 6 ?

Bukan hal yang asing lagi bagi kita kalau mendengar Liputan 6. Program televisi yang sudah terkenal seantero negeri. Pagi, siang dan malam hadir memberikan berita-berita teraktual.

Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman berkesempatan berkunjung ke tempat yang terkenal di dunia media ini. Berlokasi di Jakarta Selatan, SCTV Tower berada tepat disebelah Senayan City. Atas usulan Ms Deasi Saragih, seorang guru blogging dari Sekolah Dian Harapan, kami mendapat kesempatan yang sangat berharga.

Disambut hangat oleh Pak Hutomo yang merupakan pemegang Forum Liputan 6, kami memasuki ruangan pertemuan yang berada di lantai 17. Disana, kami mendengarkan kata sambutan dan dijelaskan sedikit mengenai Liputan 6. Ternyata program ini sudah dimulai sejak 2002. “Wah, sudah lama juga ya,” pikir saya.  Dan yang lebih mengagetkan lagi, kami adalah SMA pertama yang melakukan kunjungan ke SCTV Tower. “Biasanya yang berkunjung dari kalangan mahasiswa,” tutur Pak Hutomo

img_0517

(Foto diambil oleh Shem-12IPA)

Usai berbincang-bincang, kami melanjutkan ke sesi pertama, yaitu menulis essay populer. Karmin Winarta, Redaktur Pelaksana kanal Citizen6 mengambil alih pada sesi tersebut. Beliau menjelaskan mulai dari bagaimana cara memaksimalkan penggunaan berbagai platform di media sosial, bagaimana penulisan yang sesuai dengan norma yang ada, sampai memasukkan pandangan tersendiri dalam tulisan. Tentunya bukan hanya itu. Banyak pelajaran yang saya dapat dari beliau. Sungguh sangat menginspirasi bagi saya. Apalagi melihat bahwa saya masih sangat awam di dunia blogging.

Sekitar 40 menit, Pak Karmin Winarta membagikan pengetahuannya. Kemudian, dilanjutkan dengan  Silvia Oetomo sebagai Content Partnership Manager Vidio.com. Pada sesi kedua ini, pembicara menjelaskan seputar Vidio.com. Jejaring sosial yang berisi konten video menarik dari berbagai pihak. Tak tanggung-tanggung, selain mendapat ilmu dan berita ter-update, kami juga disuguhkan donat sebagai menu snack kami. Sembari menyantap, sembari belajar.

img_0539

(Foto diambil oleh Shem-12IPA)

Sebelum penghujung acara, Pak Hutomo kembali menyambut kami. Juga memberikan sedikit review mengenai pelajaran hari itu. Tidak segan-segan, beliau juga memberikan contoh langsung melalui blognya sendiri.

Tidak sampai di situ, beliau juga mengajak kami berkeliling sekitar SCTV Tower. Mulai dari tempat kerja para jurnalis yang berhasil membuat saya takjub dan memunculkan keinginan saya untuk memulai karier disana. Dilanjutkan dengan kesempatan menonton live Debat PSSI. Satu kesempatan yang membuat saya akhirnya mengerti bagaimana berjalannya acara secara langsung. Dan, terakhir, destinasi kami tertuju pada studio Liputan 6. Meski tidak sang penyiar berita, tetapi saya dapat melihat bagaimana settingan yang digunakan ketika akan siaran. Kamera yang sudah disertakan dengan teks. Pencahayaan yang tepat, dan lainnya.

Akhir acara, kami berterima kasih kepada Pak Hutomo yang sudah bersedia menyambut kami. Juga tidak lupa momen foto bersama yang diambil oleh salah satu kakak kelas saya, Ko Shem.

IMG_0627.JPG

Berkunjung ke SCTV Tower merupakan kesempatan satu-satunya dan sangat berharga bagi saya. Belajar bagaimana menulis essay yang benar. Mengerti bagaimana kerja di dunia media. Dan hal-hal lainnya yang sangat mengasyikan. Saya sangat enjoy berada di SCTV Tower. Membuat saya tertarik di dunia media yang bisa mengenal dunia luar. Meski terbilang lelah, namun tidak sia-sia. Pergi dengan tangan kosong, pulang dengan membuahkan hasil berupa pengetahuan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Saya sangat berterima kasih kepada pihak SCTV Tower yang telah memperbolehkan kami untuk belajar disana. Pastinya juga kepada Ms Deasi yang sudah memberikan kesempatan pengalaman yang sangat berguna kelak.

Si anak periang

Image result for alone kids

Beberapa bulan yang lalu, komplek saya kedatangan tetangga baru. Sebelumnya, rumah tersebut ditempati oleh keluarga yang bisa dibilang cukup dekat dengan keluarga saya. Di sekitar rumah saya tidak ada anak yang seumuran dengan saya. Kebanyakan berumur 2-6 tahun. Maka dari itu, ketika tetangga lama saya pindah saya merasa tidak ada teman, meskipun memang anak dari keluarga tersebut juga lebih kecil dari saya, tetapi setidaknya kami sudah dekat.

Kedatangan tetangga baru membuat saya sedikit canggung. Biasanya saya menyapa setiap orang yang ada ketika keluar rumah, entah itu pekerja, sang ibu, sang ayah ataupun anak-anaknya. Namun, kali ini saya bingung ingin menyapa karena beberapa kali senyuman saya tidak dibalas. Biasanya juga saya mengobrol dengan pekerja yang sedang menyapu, tetapi sekarang tidak tahu mau mengobrol dengan siapa. Hm.. mungkin karena masih baru jadi belum terbiasa.

Namun, beberapa hari ini, keadaan seakan berubah. Sore hari saya di warnai dengan sapaan dari seorang anak perempuan berumur empat tahun. Ia menjadi teman baru saya. Namanya Seli. Sungguh anak ini sangat periang. Tidak takut dengan orang lain. Bahkan menyapa saya dengan senyuman lebar. Bercerita tentang hari-harinya. Menyanyi dengan sangat nyaring. Seakan tidak ada beban dan masalah. Tak jarang juga, ia bernyanyi hingga berteriak. Tetapi balik lagi, dirinya selalu bahagia. Keceriaan seolah-olah tak pernah pudar setiap harinya. Memberikan benih-benih semangat kepada orang di sekitarnya.

Berteman dengan Seli memberi saya sebuah pelajaran penting,

“Teruslah menjadi ceria meski banyak masalah. Jangan membuat orang disekitar anda turut merasakan masalah tersebut.”

Image result for bible quotes happy

 Happy reading!

Lilo.

Kezia Angeline, anak remaja nan tangguh

Image result for kezia angelineHati saya sangat tersentuh ketika mendengar sebuah kesaksian dari seorang anak remaja. Namanya Kezia Angeline. Perempuan cantik yang berumur 15 tahun. Kisah perjalanan hidupnya sungguh menggentarkan saya. Kisah bagaimana dirinya melawan ganasnya penyakit. Kisah bagaimana dirinya tetap setia kepada Tuhan meski sakit datang bertubi-tubi. Sungguh sangat menakjubkan.

Disaat usia kandungan yang sudah menginjak 9 bulan, dokter menyatakan adanya kelainan di dalam janin Mama Kezia. Kemungkinan untuk hidup panjang pun sangat kecil sehingga dokter menyarakan sang ibu untuk menyuntik mati janin tersebut. Namun, dengan imam dan kepercayaannya akan rencana Tuhan, Mama Kezia tetap bersikeras untuk melahirkan anak keduanya. Akhirnya, pada tahun 2001, Kezia lahir ke dunia dengan bobot 2 kilogram.

Belum genap sehari umurnya, Kezia harus menjalani operasi di kepalanya karena mengalami penyakit lain. Dan sejak saat itu, ia harus keluar masuk ruang operasi.

Beberapa tahun kemudian, saat dirinya berumur 8 tahun, dokter menyatakan bahwa tulang belakangnya menjadi sangat rapuh dan bisa patah yang berujung dengan kematian. Disaat itu juga, usaha Papa Kezia harus hilang dalam sekejap. Untuk hidup sehari-hari saja sangatlah sulit. Apalagi untuk membiayai operasi Kezia. Kala itu, Papa Kezia jatuh tersungkur dan meminta maaf kepada anaknya karena tidak bisa lagi membiayainya. Namun, dengan iman, Kezia berkata “Tuhan sudah menyediakan semuanya.”

Dan benar, entah dari mana, Tuhan mengirimkan biaya dan Kezia berhasil di berangkatkan ke Singapura untuk melakukan operasi. Namun, sesampainya disana, jadwal operasi Kezia dibatalkan. Dokter berkata bahwa operasi tersebut sangat beresiko untuk Kezia. Selain memakan waktu yang sangat panjang, Kezia akan berada dalam kondisi koma. Belum cukup sampai situ, usai memotong tonjolan tersebut, dokter harus menanamkan pen-pen di dalam tubuh Kezia. Dan yang lebih mengagetkan lagi adalah belum ada satupun pasien yang selamat dalam operasi ini.

Namun, Tuhan berkata lain. Tuhan menyelamatkan Kezia. Tuhan menyertai Kezia. Meski Kezia harus dalam keadaan sangat lemah, tetapi nyawa Kezia terselamatkan. Selama 17 jam, Kezia di operasi dengan bantuan 40 dokter dari seluruh dunia.

Usai operasi, Kezia masih harus merasakan rasa sakit yang luar biasa. Jaitan yang ada di belakang tubuhnya pecah dan mengalami infeksi yang cukup parah. Hal tersebut menyebabkan Kezia demam tinggi, hingga harus berbaring di kasur anti gravitasi.

Dalam keadaan yang sangat sulit, Kezia tidak pernah sedih. Dirinya lah yang selalu menguatkan kedua orang tuanya. Sakit yang ia rasakan bertubi-tubi tidak pernah melelehkan semangatnya.

Image result for strong

Hingga suatu saat, pen yang ada di dalam tubuh Kezia patah dan menembus dagingnya. Bahkan merobek bajunya. Membuatnya merasakan sakit ketika duduk. Kala itu, Kezia tidak dapat terbang ke Singapura menggunakan pesawat khusus karena masalah ekonomi. Mau tak mau, ia harus duduk di kursi biasa.

Sesampainya di sana, dokter berkata kepada Mama Kezia, “Ibu adalah ibu tergila yang pernah ada, membawa anak ibu dalam keadaan seperti ini.” Tetapi sang ibu menjawab, ” sekecil apapun harapan untuk Kezia, saya akan berjuang untuk itu.”

Akhirnya dokter membuatkan sebuah jaket tebal dan panas untuk menopang Kezia agar bisa duduk. Lagi-lagi Kezia tidak mengeluh. Malahan, ia mengunjungi anak-anak penderita cancer satu per satu. Dengan imannya, ia mendoakan mereka. Ia mendukung mereka. Meski ia tahu, bahwa dirinya juga sedang dalam keadaan yang menderita.

Di awal 2012, dokter menyampaikan suatu pernyataan yang tidak mungkin terjadi. Tulang muda tulang belakang Kezia kembali tumbuh, sehingga dirinya tidak perlu lagi mengenakan jaket tersebut. Sungguh suatu mujizat dari Tuhan. Tak pernah terbayangkan bagi Kezia.

Belum selesai perjalanan Kezia. Pada pertengahan 2012, Kezia mengalami diare yang membuatnya harus di operasi kembali. Selama empat hari, Kezia di paksa minum cairan yang sangat pekat. Dan sejak saat itu bahkan entah sampai kapan, Kezia harus mencuci usus secara rutin.

Mendengar kesaksian ini membuat saya mengerti betapa berharga hidup. Sungguh tak terbayangkan bagi saya jika menjadi Kezia. Seorang anak yang harus merasakan sayatan pisau sejak sehari lahir kedua. Melewati hari-hari dengan suasana ruang operasi. Melihat begitu banyak selang-selang. Merasakan sakit yang luar biasa. Sungguh sangat hebat Kezia. Perjuangannya yang tak henti-henti, bahkan hingga sekarang.

Image result for bible quotes

Bukan hanya tangguhnya ia, tetapi kesetiannya kepada Tuhan. Ia tak pernah putus asa. Tak pernah luput imannya akan kuasa Tuhan. Ia selalu percaya akan kasih Tuhan kepadanya.

Satu kalimat yang saya ingat ketika ia selesai memberikan kesaksian.

“Meski aku kecil lemah, tetapi Tuhan selalu mengasihi ku”

 

Gagal ? Ga nyerah bro

Siapa yang tak pernah gagal ? Siapa yang selalu berhasil ? Tentu tidak ada. Saya yakin, di dunia ini, tidak ada satu orang pun yang tidak pernah mengalami kegagalan. Bagi saya, kegagalan memang sudah hukum alam. Tidak ada yang bisa berhasil, tanpa melalui sebuah kegagalan. Bahkan bukan hanya sebuah, tetapi beratus-ratus kegagalan.

            Kegagalan yang saya alami bisa dibilang hal yang kecil, yaitu gagal beradaptasi.

Sekitar setahun yang lalu, ketika saya menginjak jenjang SMA, saya berpindah sekolah. Perpindahan ini tentunya tidak mudah bagi saya. Apalagi, melihat bahwa lingkungan sekolah yang baru sangat jauh berbeda dengan lingkungan saya yang lama. Bukan hanya dari peraturan-peraturan, melainkan dari pertemanan-pertemanan yang ada. Saya adalah tipe anak yang pendiam dengan lingkungan baru. Saya takut berbicara dengan orang yang belum saya kenal,meskipun sekelas dengan saya. Jika tidak terpaksa, tentunya saya memilih untuk diam. Namun, hal buruk yang saya tanam itu, membuat saya menjadi nge-down­.

Sejak saya SD hingga SMP, saya sudah terbiasa dengan teman-teman yang “itu-itu aja”. Jadi, saya tidak pernah merasa namanya tidak mempunyai teman, karena toh sudah akrab dengan teman lama. Hal ini lah yang membuat saya merasa jauh berbeda dengan sekolah yang baru.

Di hari pertama masuk sekolah, saya merasa sangat antusias menyambut teman-teman baru. Dan di hari itu, saya mendapat banyak teman yang sangat baik kepada saya. Tetapi sayangnya, tidak ada satupun dari mereka yang sekelas dengan saya. Awalnya, saya merasa “oke-oke” saja. Saya pikir “ah nanti juga dapet temen”. Namun, pikiran itu berubah ketika saya menginjak hari kedua, ketiga dan keempat. Dua hari berturut-turut, saya menangis ketika dijemput. Dan hal itu dikarenakan sekolah baru.

Awal masuk sekolah, saya datang pagi sekali. 40 menit sebelum bel berbunyi. Ketika itu, pintu kelas masih terkunci rapat. Kelas masih sangat gelap. Saya sama sekali tidak tau harus berbuat apa. Dan yang saya lakukan hanyalah menunggu di depan kelas sambil “belaga” membaca buku pelajaran. Kemudian, datang salah satu teman saya, dan ia mengajak untuk duduk di depan loker. Saat itu, saya merasa senang dan tidak takut sama sekali.

Image result for failure in school

Namun, ketakutan itu justru muncul kembali ketika semua orang sudah berkumpul. Disaat teman-teman lain terlihat akrab, berbicara satu sama lain, dan bercanda tawa, saya hanya diam di kursi. Tidak ada satu pun kata yang saya lontarkan. Hanya modal senyum saja untuk menyapa mereka. Ditambah lagi dengan posisi tempat duduk saya yang dikelilingi oleh cowok-cowok, yang membuat saya jauh dengan anak perempuan. Jujur saja, saat itu, saya takut terkucilkan. Saya takut sendiri. Saya takut beda dengan yang lain.

Untungnya saja, saat itu ada dua orang anak baru yang mau menemani saya kemana-mana. Kami bertiga berkeliling, makan dan duduk bersama. Hingga ada satu momen dimana kami telat masuk kelas. Begitu besarnya sekolah, membuat kami kewalahan untuk mencari kelas. Kami sama sekali tidak tahu menahu dimana kelas tersebut berada. Dan alhasil kami telat. Awalnya, ku kira kami akan diberi pengampunan karena anak baru. Tetapi justru kebalikanya. Kami lantas disuruh untuk berdiri di belakang sambil menunggu sesi perkenalan selesai. Jujur, saat itu saya ingin menangis. Entah mengapa mata saya mulai berkaca-kaca seolah tidak percaya apa yang barusan terjadi

Tak hanya itu, tugas-tugas yang diberikan pada minggu pertama tidaklah sedikit. Mungkin bagi anak lama tidak banyak, tetapi bagi saya ? tentu banyak. Sudah pulang sore, ditambah lagi dengan tugas yang banyak. Sungguh sangat sulit. Sangat berbeda.

 Kejadian-kejadian yang saya alami selama dua hari membuat saya tidak betah bersekolah. Dua kali saya menangis di mobil sepulang sekolah. Dua kali juga saya mengeluh tidak betah. Kedua orangtua saya yang tadinya hanya menasehatkan dengan kata-kata, “Sudahlah ce, wajar masih baru”. Hingga akhirnya menawarkan saya untuk balik ke sekolah lama. Memang hanya sekali, tetapi bagi saya tawaran itu sangat berharga. Hati kecil saya sangat ingin kembali. Balik ke lingkungan yang nyaman bak rumah. Balik ke lingkungan yang sudah mengenal saya dengan benar. Namun, saya terpikir dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan. Saya tidak tega jika harus menyusahkan orang tua lagi dengan menuruti keinginan. Sudah begitu banyak biaya yang dihabiskan untuk sekolah saya.

Image result for failureMaka dari itu, saya bertekad untuk terus berjuang. Saya berjanji tuk terus bertahan hingga lulus.

 Alhasil, saya berhasil melawan segala ketakutan saya hingga sekarang. Tuhan membantu saya dengan sangat hebat. Ia terus memberikan saya semangat. Ia menolong saya untuk berteman. Ia membangkitkan segala kepercayaan diri saya,  Juga kedua orang tua saya yang selalu mendukung. Selalu mengingatkan untuk terus berdoa dan tidak pernah menyerah.

 Hingga akhirnya, saya berhasil mempunyai banyak teman. Bahkan saya terpilih menjadi calon ketua OSIS. Sungguh kesempatan yang sangat berharga bagi saya. Dari begitu banyak siswa, Tuhan memakai saya untuk menjadi calon. Memang rencana Tuhan tidak terduga. Melebihi kemampuan manusia. Saya sangat bersyukur.

1465912945219.jpg

XSocial4- 2016

“Jangan menyerah sebelum mencoba.”

                                                                                                            Happy Reading!

                                                                                                                             Lilo.

Memilih Komunikasi dan Bisnis sebagai Passion ?

Image result for passion

Passion. Mungkin sebagian dari kalian tau apa itu Passion. Dan saya yakin bahwa setiap dari kalian mempunyai Passionya tersendiri. Passion yang berbeda-beda. Passion yang unik. Passion yang menunjukkan siapa diri kalian. Begitu juga dengan saya.

 Dulu, saya selalu bertanya-tanya, “Apa sih itu Passion ?” “Passion saya apa sih?”. Sampai akhirnya ada titik dimana saya benar-benar harus memikirkan apa Passion saya. Kemudian saya berpikir, apa hal yang membuat saya senang melakukannya dan tentunya dapat berguna bagi hidup saya.

Dan, inilah Passion ku.

Komunikasi dan Bisnis.

Komunikasi mempunyai berbagai aspek. Dan saya hanya salah satu dari begitu banyak aspek tersebut. Kesukaan saya akan bidang komunikasi dimulai dengan antusiasme saya ketika melakukan presenImage result for public relationtasi. Saya sangat senang dengan hal-hal yang berbau presentasi. Membuat lebih percaya diri ketimbang berbicara di depan umum tanpa topik. Mulai dari sana, saya menjadi yakin dan bersemangat dalam mengembangkan jiwa saya di bidang komunikasi. Bahkan di luar presentasi.

Selanjutnya adalah Bisnis. Seperti yang kalian tau Image result for sellingbahwa bisnis merupakan bidang yang sangat terkenal di dunia ini. Semua hal dapat diubah ke bisnis.Namun, bergelut dibidang bisnis bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan, butuh pengorbanan dan butuh semangat. Itulah yang ayah saya alami. Dari beliaulah, saya belajar tentang bisnis. Meski saya tidak pernah merasakan hal yang sama dengannya, tetapi melalui setiap cerita dan nasehat, saya mengerti seberapa sulitnya bisnis. Namun, hal itu tidak membuat saya menyerah dengan Passion ini. Saya suka berbisnis. Saya “enjoy” melakukannya. Maka dari itu, saya mulai menanamkan hal berbisnis dari sekarang dan berharap nantinya akan berhasil.

 Image result for passion

from enjoy to Passion.”

Happy Reading!

Lilo.

Say “Hello” to LILO

Image result for HI tumblr

Namaku Josephine Nathania Winata. Biasa dipanggil Jo atau Jose. Diluar itu memang banyak panggilan lainnya, seperti Jos, Joseph, Hose bahkan Lilo. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa dari Josephine bisa menjadi Lilo ? Padahal kalau dilihat-lihat dari hurufnya tidak ada yang sama. Ya, hal itu karena “katanya” muka dan tubuh saya mirip Lilo. Kulit yang kecokelatan, rambut yang panjang dan tebal, serta tubuh yang kecil. Dan saya juga tidak keberatan dengan panggilan tersebut.

img-20160813-wa0005

Bagi saya, sosok Lilo adalah sosok yang sangat menyayangi keluarganya dan sangat periang. Maka dari itu, kebanyakan dari teman sekelas saya memanggil dengan nama “Lilo”. Nama inilah yang mendasari pemberian nama blog saya. Mungkin kalau orang lain menggunakan kata-kata inggris yang bagus atau namanya sendiri, tetapi saya mau yang anti-mainstream, jadilah adventureliloblog.

Image result for lilo tumblr

Tahun ini adalah tahun kedua saya menginjak dunia SMA yang berarti saya berumur 16 tahun. Di tahun kedua ini memang tidak semudah tahun sebelumnya. Pelajaran dan tugas yang lebih banyak tentunya membuat saya belajar extra. Tetapi saya memilih untuk enjoy  saja, karena bagi saya semua yang dilakukan dengan enjoy tidak akan menjadi beban.

Untuk masalah sifat, melancholic-sanguin adalah pernyataan yang tepat untuk mendeskripsikan sifat saya. Kalau dibilang kasarnya, saya termasuk anak yang “sangat cengeng”. Semua hal bisa dibuat nangis. Mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar sekalipun.

Disaat-saat melancholic saya sedang memuncak, saya bisa menangis hanya karena berbuat salah dan seorang menegurnya. Apalagi dengan teriakan, saya bisa menangis di tempat. Saya sensitif dengan keadaan seperti itu. Keadaan diejekin atau dipojokkan. Saya tidak bisa menahan tangisan. Mungkin menurut sebagian dari kalian, hal ini terdengar “lebay”, tetapi itulah kenyataannya.

200221760-001

Young girl (10-11) crying, teenage girl (14-15) comforting her

Menjadi melancholic membuat saya sangat berperasaaan, bahkan dalam hal sekecil apapun. Bagi saya, menangis adalah solusi terbaik yang ada untuk menenangkan diri. Maka dari itu, saya mengerti perasaaan orang lain. Hal itu tentunya membuat saya lebih menjaga perasaan orang lain. Saya memperhatikan nada bicara, perkataan, keadaan dan hal lainnya. Selain itu, saya juga sangat ber-empati. Saya paling tidak suka jika ada orang yang menghina atau ­membully orang lain yang memiliki kekurangan padahal dirinya juga belum sempurna. Ketidaksukaan saya ini timbul karena saya sering memposisikan diri saya dengan orang tersebut. Saya mengerti bagaimana perasaannya jika di­hina. Maka dari itu, saya selalu melihat dari prespektif posisi orang tersebut.

Image result for cheer up friends tumblrKalau ditanya tentang sifat sanguin saya, hal itu kebanyakan muncul ketika saya sudah nyaman di suatu lingkungan. Untuk lingkungan baru, saya memilih untuk menjadi pendiam karena saya kurang bisa memulai pergaulan dengan orang baru. Kebanyakan pasti dimulai dengan orang lain. Tetapi kalau sudah kenal, sifat sanguin saya muncul perlahan-lahan. Saya bisa berbicara panjang dengan orang yang sepikir dengan saya. Dan hal itulah yang membuat saya menjadi ekspresif. Saya akan mendeskripsikan suatu cerita dengan tangan dan ekspresi muka yang terkadang membuat teman saya tertawa melihatnya. Bahkan, jika sedang “bawel-bawelnya”, tanpa diajak berbicara, sayalah yang memulai pembicaraan. Apalagi kalau topik sedang “seru-serunya”, dengan hebohnya saya bisa membicarakan hal tersebut.

Nah, dengan kedua sifat ini, saya dapat dibilang sangat peka sehingga bisa mengetahui keadaan yang sedang dialami teman saya. Jika terlihat sedang sedih, pastinya saya akan menanyakan, menasehati dan menghiburnya. Mungkin terkadang hiburannya tidak jelas, tetapi minimal saya sudah berusaha untuk menghiburnya dan membuatnya tertawa. Namun, jika terlihat sedang senang, ya saya ikutan senang juga.

            Inilah sedikit dari perkenalan saya. Jika dijabarkan satu-satu, mungkin bisa mencapai 10-15 paragraf. HAHA. Saya berharap dengan perkenalan ini, para adventurelilo’s readers dapat lebih memahami gaya bahasa saya dan topik-topik yang akan saya ceritakan di blog ini.

                                                                                                                        Happy Reading!

                                                                                                                                          Lilo.

WordPress.com.

Up ↑